menentukan level lantai untuk rumah tinggal

Dalam merencanakan sebuah rumah tinggal, salah satu hal yang perlu dicermati adalah menentukan LEVEL LANTAI untuk tiap-tiap bagian ruangan dalam rumah tinggal.

Berbagai alasan atau keinginan dari pemilik rumah tinggal, serta kadang kondisi lingkungan sekitar mempengaruhi atau menentukan berapa level lantai nantinya yang akan dipakai. Sebagai contoh;keadaan lingkungan yang sering banjir, maka dalam menentukan level rumah harus memperhitungkan kondisi tersebut.

Dalam menentukan level lantai rumah (menurut saya!!!) alangkah baiknya apabila diambil dari elevasi jalan depan rumah. Langkah-langkah yang diambil adalah sebagai berikut :

  1. Mengukur elevasi jalan terhadap kavling/lahan yang akan dibangun rumah tinggal, dari hasil pengukuran/timbang elevasi/level lahan terhadap jalan dapat diketahui seberapa banyak dan tinggi urukan tanah, semakin rendah elevasi lahan terhadap jalan maka semakin tinggi urukan tanahnya.
  2. Setelah ditemukan elevasi/level lahan, maka kita dapat menentukan level utama bangunan terhadap jalan (nol rumah), seringkali yang menjadi patokan adalah ruang tamu dan ruang keluarga. Apabila misal kita menginginkan elevasi/level nol rumah 1 meter dari jalan maka 0.00 rumah diukur 1 meter lebih tinggai dari jalan.
  3. Selanjutnya kita dapat menentukan level dari tiap-tiap ruangan dalam rumah sesuai dengan keinginan kita.
  4. Kita mulai dengan garasi, level garasi biasanya 40-60 cm dari jalan (dalam denah tertulis -0.40 atau -0.60), untuk teras, balkon dan kamar mandi 2-5 cm dari ruang tamu (dalam denah tertulis -0.02 atau -0.05), untuk ruang/kamar tidur sama dengan level ruang tamu atau ruang keluarga, kecuali diinginkan lain.
  5. Dan yang perlu diingat adalah dengan adanya beda level yang lebih besar maka diperlukan adanya tangga. Posisi/letak, ukuran dan tinggi beda level menentukan bentuk tangga dan ruang yang dibutuhkannya yang mempengaruhi dari dapa disain rumah yang akan dibangun.
  6. Untuk menentukan level lantai 2 dan seterusnya (untuk bangunan bertingkat), yang seringkali menjadi patokan adalah ketinggian plafond dari bangunan/ruangan dibawahnya. Setelah ditentukan elevasi plafond, ditambah dengan tebal balok dan plat maka dapat ditentukan elevasi untuk lantai 2.
  7. Level lantai 2 (dan diatasnya) juga dapat ditentukan dari anak tangga. Anak tangga yang “enak” adalah anak tangga yang memiliki ketinggian 16-18 cm tiap anak tangga (bukan tangga servis). Setelah di bandingkan dengan tinggi plafond, balok dan plat serta jumlah anak tangga, maka dapat ditentukan level lantai 2.
  8. Untuk anak tangga servis tinggi tiap anak tangga adalah 20 cm, untuk tangga ini biasanya untuk akses ke tempat jemuran, cuci, ataupun ruang-ruang servis.

Mungkin hanya ini yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: